Pujian dan Bersyukur

Beberapa waktu lalu seorang kawan berkunjung ke tempat tinggal saya (rumah orang tua). Dia membawa seorang kawan lama yang sudah lama pula tak jumpa. Alhamdulillah… lewat dia pertemuan bisa kembali terjadi dengan kawan lama tersebut. Tahu kabar berita dan kondisinya sekarang.

Memang kebiasaanya akhir-akhir ini, kalau sedang libur dari kerja yang dia lakukan adalah berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Mengunjungi kawan-kawan lamanya. Tapi, bukankah itu petuah agama? Memperpanjang umur dan Membuka pintu rizki katanya. Dan dari banyak kejadian dan cerita memang begitu adanya. Banyak hikmah dari silaturahim.

Seperti halnya pertemuan-pertemuan lainnya. Bila sedang kumpul dengan teman-teman. Obrolan pun mengalir begitu saja. Mulai dari bertukar kabar, menceritakan kesibukan, dan hal yang tak luput dari obrolan para bujang adalah tentang pasangan hidup. Kapan mau nikah? Kriteria? tentang rasa, dan sebangsanya.

Tapi, hal yang sedikit membuat saya berfikir adalah obrolan tentang pujian. Mungkin hampir semua kita pernah mendapatkan pujian. Entah dari siapa, tapi insyaAllah hampir semuanya pernah (saya anggap begitu). *maksa

Bagaimana respond kita ketika mendapat pujianlah mungkin yang berbeda-beda. Kebanyakan yang saya temui, atau bahkan saya sendiri alami, adalah ketika kita mendapatkan pujian, entah dari siapa, seringkali kita merendah, bilang “ah biasa aja” atau “nggak segitunya kok” atau juga “yah lumayan” dan respon-respon sejenis.

Teman saya memberikan padangan yang berbeda tentang pujian. Dia bilang, bahwa pujian itu hal positif, maka lebih baik kita serap dulu kebaikan itu (terima pujiannya). Karena pujiannya itu membawa aura positif terhadap diri. Baru setelah itu mengembalikan kepada yang Maha Terpuji, Allah Yang Maha Tinggi, dengan berucap Alhamdulillah. Jadi kita bisa menyerap energi positif dari pujian yang diberikan oleh orang-orang sekitar kita, dan kemudian merendah kepada Dzat yang pantas untuk diri kita merendah di hadapanNya.

Ya, sering kali kita lalai untuk bersyukur kepada Sang Pencipta kita, Penguasa Alam Semesta. Allah SWT. Ampunilah segala dosa hamba-hambamu ya Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s