Perjalan Para Bujang; Tasik

Mendapat undangan ikut perjalanan para bujang itu selalu menyenangkan. Karena ada libur panjang, maka dibuatlah agenda jalan-jalan sekalian mampir kerumah salah satu teman di Tasik. Tulisan ini adalah ringkasan memori yang masih tersimpan di otak saya, jadi kalo nggak lengkap ya di maklumi, mesin lama dan belum di upgrade.

Perjalanan saya mulai dari tempat saya numpang tinggal di bilangan pamulang, sekitaran ba’ada maghrib. Tujuannya adalah depok (masjid UI), meeteng point yang disepakati. Sudah lama tidak menempuh perjalanan pamulang-depok pake kendaraan umum, jadi nggak bisa estimasi waktu. perjalanan pamulang Lebak Bulus (LB) saja sudah memakan waktu sekitar satu jam lebih. Ba’da isya saya mampir dulu ke warung di terminal lebak bulus untuk beli minum, sekalian mecahin uang, karena saya tak sempat bawa uang kecil. Menunggu kembalian, hampir saja saya ditinggal Deborah yang masih saja ungu.

Seperti biasa deborah selalu penuh sesak, alhamdulillah saya dapat tempat duduk walau saya lebih nyaman berdiri sebenarnya, tapi kalo berdiri gak kuat di capek-nya🙂. Sampe depok sekitar jam 9.00 malam, sudah di koling sama bendahara perjalanan, dan disuruh nunggu di halte UI, tapi saya sudah ada di halte Stasiun UI. Lumayan lama saya nunggu, akhirnya datang juga Avanza yang akan membawa para jejaka berpetualang.

Cek Point pertama adalah warung pecel lele depan stasiun Tanjung Barat. Mengisi perut sebelum perjalanan menuju Ciamis. Agenda utamanya makan, walaupun ternyata ada yang membawa agenda tersembunyi sebagai agenda utama saat itu. Tapi saya tak akan membahasnya, takut jadi ribut. Cukuplah saya punya bukti rekaman kejadian malam itu. Setelah dirasa cukup, perjalanan dilanjut kembali.

Cek Point ke-dua, pom bensin KM berapa gak tau di Tol Cikampek. Agenda utamanya isi bahan bakar mobil. Saya sempatkan turun untuk beli peralatan mandi dan pakaian karena saya benar2 tak siap-siap dengan perjalanan ini. Bawa tas yang saya isi entah dengan apa? selain kamera yang memang sudah saya masukkan jauh2 hari. Keluar dari mini market tempat saya belanja, agak bingung, dimana mobilnya? entah kenapa tiba2 saya blank dengan mobil yang saya naiki, yang teringat hanya Avanza. Jadi intinya saya salah buka pintu mobil? yang saya hampiri Avanza warna silver isinya bapak-bapak seorang (sudah buka pintu tengah, karena saya duduk dibangku tengah). Saya minta maaf dan cabut dari sekitaran mobil tersebut. Ternyata mobil yang saya naiki warna hitam. :hammer:

Perjalan dilanjut dan sampailah kami ke kota Tasik. Kami akan menginap dirumah salah satu kawan. Dalam rangka mencari rumah teman kami itu kami berhenti di perempatan lampu lalin didepan toko apa gitu dan depan tukang martabak. Salah satu anggota perjalanan bahkan ada yang buang-buang samping mobil, karena memang sudah kebelet. Di telponlah teman kami yang akan kami kunjungi dan disuruh untuk mencari masjid agung Tasik. Dengan petunjuk teman kami, perjalanan dilanjutkan dan sempat nyasar-nyasar sampelah kami di depan masjid yang menjadi Petunjuk akhir dari teman kami. Setelah itu munculah teman kami dari sebuah gang. Alhamdulillah, jam setengah dua-an kami mendapat tempat untuk tidur. Setelah ngerepotin orang2 di gang untuk mindahin motor2 yang diparkir karena mobilnya gak muat untuk masuk..
Terima kasih untuk Bapak2 yang kami ganggu malam itu, Maaf sudah merepotkan.. maklum masih bujang… (lho… apa hubungannya coba!)

bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s