Yusuf Qardhawi dan Buku Fikih Jihad

Yusuf Qardhawi adalah ulama par excellence! Berbeda dengan kebanyakan ulama Indonesia, Qardhawi adalah ulama yang sangat artikulatif bukan hanya secara lisan (oral),melainkan juga tulisan (literal).

Jika sekarang ini ada ulama yang dapat dikategorikan sebagai benarbenar ensiklopedis, dialah salah satunya. Betapa tidak! Karya-karyanya dalam bentuk buku sedemikian banyak dan menyeluruh sehingga hampir meliputi seluruh aspek ilmu-ilmu keislaman. Persoalan yang dibahas dalam bukubukunya sedemikian lengkapnya mulai dari persoalan-persoalan keislaman yang klasik dan klise sampai ke permasalahan-permasalahan keislaman kontemporer yang paling aktual yang dihadapi umat Islam.

Lihatlah bukunya Hadyu ‘l- Islam Fatawa Mu’ashirah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Fatwa-Fatwa Kontemporer (Penerbit Gema Insani Pers,Jakarta) sebanyak empat jilid yang masing-masing jilidnya hampir setebal 1000 halaman itu. Buku ini disusun dalam bentuk jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kontemporer yang diajukan oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia dari soal fikih sampai soal-soal politik atau pemerintahan.

Dia juga menulis buku yang sangat banyak dari soal wudu sampai soal politik kenegaraan, bahkan soal partai politik! Dari soal salat sampai soal ekonomi (lihat Daurul Qiyam wal Akhlak fi Iqtishodi ‘lislamy) sampai soal Teologi Kemiskinan (lihat Musykilatu ‘l-Faqr wa Kaifa Alajaha l-islam). Di samping itu,dia juga menulis buku Al-Siyasah Al-Syar’iyah, persis seperti judul magnum opus-nya Ibn Taimiyah yang klasik itu.

Dalam buku ini dia menanggapi pandangan- pandangan politik kaum liberalisme Islam seperti misalnya Al-Islam wa Ushulu ‘l- Hukm karya Ali Abdurraziq dan buku Kholid Mohammad Kholid, Min Huna Nabda’, yang sangat kontroversial itu. Qardhawi seperti tercermin dalam karyanya Tsaqofuna Baina ‘l-Infitah wa ‘l-Inqilab (Peradaban Islam: Eksklusif atau Inklusif),juga mengkritik pandangan-pandangan Ibn Rusyd dan Ibn Hazm,filosof dan ulama besar dari Andalusia yang secara filosofis cukup liberal pada zamannya. Benar-benar ensiklopedis keulamaannya!

Sikap Moderasi yang Moderat

Meskipun sangat kritis kepada ulama dan pemikir-pemikir Islam yang lain baik ulama-ulama yang klasik maupun ulama-ulama atau pemikir yang kontemporer, Qardhawi senantiasa menyampaikannya dalam bahasa yang sangat santun dan tetap dengan penuh penghormatan. Pemilihan diksinya juga tidak menyakiti, melukai, apalagi menjatuhkan.

Apalagi kalau kritik itu dialamatkan kepada ulamaulama besar masa lalu yang telah memiliki reputasi keulamaan yang tinggi di mata umat semacam Ibn Rusyd atau Al-Ghazali. Ini semakin menunjukkan bahwa Qardhawi memang seorang ulama yang moderat yang selalu mengambil posisi moderasi. Pandangan- pandangan keagamaannya selalu moderat, tidak ekstrem (tathorruf).

Lihatlah misalnya ketika dia membahas tema-tema minoritas non-Islam dalam masyarakat Islam,minoritas Islam dalam masyarakat non-Islam,pluralisme, demokrasi, fenomena multipartai, dan persoalan-persoalan kontemporer lainnya.Semua pandanganpandangannya memberikan solusi yang mencerahkan, bukannya memojokkan salah satu pihak.

Ketika sementara ulama bersikap sok spiritualis dan sinis pada politik atau partai-partai politik, Qardhawi justru berpendapat wajar-wajar saja bahwa partaipartai politik dalam masyarakat Islam merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan kebebasan berpolitik, dan salah satu cara modern yang dapat dipergunakan masyarakat untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia sendiri meski tidak pernah berpolitik, tetapi tidak pernah mengatakan politik itu kotor.

Sebaliknya, dia juga tidak pernah mengatakan politik itu secara sui generic luhur dan mulia.Semuanya bergantung pada niat dan perilakunya sang aktor politik itu sendiri! Ketika diajukan kepadanya bagaimana umat Islam menghadapi fenomena multipartai, dia menjawab bahwa multipartai itu seperti multimazhab dalam fikih.

Artinya, kalau dalam fikih kita mendapati ada banyak mazhab, demikian jugalah dalam politik: kita menghadapi banyak partai politik. Fahmi Huwaydi, seorang penulis politik Mesir, dalam bukunya Al- Islam wa ‘l-Dimuqrathiyah banyak sekali merujuk pada pandanganpandangan Qardhawi tentang Islam dan politik.

Meski pandangannya sangat moderat dan toleran, tetapi Qardhawi sebagai mantan aktivis Ikhwanul Muslimintidak suka kenes! Dia tidak kaku seperti ulama-ulama Wahabi, tetapi ketegasannya pada prinsip tidak kalah dengan penganut Wahabi. Salah satu bukunya berjudul Islam Ekstrem: Analisis dan Pemecahannya menunjukkan dengan jelas dan terang benderang posisi moderasinya.

Dia mengkritik kaum ekstrem, tetapi dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan, apalagi memojokkan mereka secara semena-mena sebagaimana lazimnya orang-orang Islam liberal.Bagi dia,faktor-faktor yang mendorong seseorang atau sekelompok orang menjadi ekstrem itu sangatlah kompleks. Ekstremitas kaum ekstrem bukan semata-mata soal pandangan teologisnya, melainkan juga karena faktor eksternal seperti faktor sosial, ekonomi, dan ketidakadilan.

Meski moderat, bukan berarti Qardhawi lembek dan lemah dalam pandangannya terhadap konsep jihad. Pandangan-pandangan jihadnya tetap kokoh dan ghirrahnya terhadap perjuangan Islam luar biasa kuat. Lihatlah bukunya Al-Shohwah Al-Islamiyah (Kebangkitan Gerakan Islam) yang tetap inspiring dan provoking dalam pengertian yang positif itu.Dalam buku ini ia tetap menggelorakan semangat jihad menghadapi musuhmusuh Islam yang biasanya dianggap tidak lagi ada dan dinafikan oleh kaum liberal.

Buku Fikih Jihad

Kini Yusuf Qardhawi kembali mempersembahkan buku yang sangat fenomenal, Fiqh Al-Jihad: Dirasah Muqaranah li Ahkamihi wa Falsafatihi fi Dhau’ Al-Qur’an wa Al- Sunahyang diterbitkan oleh Penerbit Maktabah Wahbah,Kairo,2009. Buku ini sekarang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan dengan sangat cantik dengan hard cover oleh Penerbit Mizan dengan judul Fikih Jihad (2010) setebal 1.260 (baca: seribu dua ratus enam puluh halaman) ditambah Mukadimah sepanjang lxxxi alias 81 (delapan puluh satu) halaman dan 6 (enam) buah lampiran panjang.

Sungguh buku ini sangat fenomenal dan layak disebut sebagai ensiklopedi tentang jihad. Betapa tidak, dalam buku ini Yusuf Qardhawi mengawali pembahasannya dari Dustur Ilahiyakni Alquran,Hadist,petunjuk Khulafa Al-Rasyidin, dan pendapat para ulama tentang jihad. Dalam Mukadimah sepanjang 81 halaman itu Qardhawi juga menjelaskan definisi jihad (al-Jihad), peperangan (al-Qital), perang (al-Harb), kekerasan (al-‘Unf), dan terorisme (al- Irhab) dalam Islam.

Penjelasan ini sangat penting karena bagi kebanyakan sarjana-sarjana Barat kelima terminologi tersebut sering dicampuradukkan sedemikian rupa sehingga terjadi simplifikasi yang luar biasa atas konsep jihad. Qardhawi membagi buku tebal ini menjadi sepuluh bagian. Bagian pertama: Hakikat,Konsep, dan Hukum Jihad; kedua: Macam- Macam Jihad dan Tingkatannya; ketiga: Jihad antara Melawan dan Menyerang; keempat: Tujuan- Tujuan Jihad Perang dalam Islam; kelima: Jihad dalam Islam; keenam: Pasukan Jihad Islam; ketujuh: Upaya Menghentikan Perang; kedelapan: Pascaperang; kesembilan: Perang dalam Wilayah Islam; dan kesepuluh:

Konsep Jihad dalam Masyarakat Islam. Secara keseluruhan dan rinci dibagi ke dalam 62 bab. Sungguh buku ini harus dibaca oleh para aktivis gerakan Islam, politisi (yang suka membaca),para ilmuwan, dan pengamat politik, serta para penentu kebijakan agar tidak salah-salah lagi dalam memahami jihad dan gerakan jihad.

Buku ini sangat relevan untuk dijadikan buku bacaan bagi para anggota Kepolisian RI dan Perwira TNI,terutama yang bertugas menangani terorisme, dan bahkan perlu menjadi literatur wajib bagi para taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Lemhanas, dan pendidikan atau sekolahsekolah komando.Percayalah!(*)

Hajriyanto Y Thohari
Wakil Ketua MPR RI

2 thoughts on “Yusuf Qardhawi dan Buku Fikih Jihad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s