Hati-hati dengan makanan kita!

”Sesungguhnya daging tidak akan tumbuh dari harta haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (Al-Hadist)

Dinegeri yang mayoritas penduduknya muslim ini (Indonesia), begitu susahnya menemukan produk yang jelas kehalalannya. Sedemikian banyak penjual makanan siap saji (warung makanan) tapi tak pernah jelas kehalalannya.

Sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh MUI bahkan bukan menjadi solusi tapi seolah-olah menjadi momok yang menakutkan bagi pelaku usaha makanan. Apa gerangan yang terjadi di negeri ini?

Apakah kita sudah tidak lagi peduli dengan apa yang masuk ke perut kita, sedangkan Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya daging tidak akan tumbuh dari harta yang haram, kecuali neraka lebih utama untuknya” (Al Hadist).

Kita sebagai anak jarang bertanya kepada ayah-bunda kita, darimana harta yang engkau nafkahkan kepada kami anak-anakmu. Apakah hasil korupsi, apakah hasil mencuri?. Orang tua tak lagi peduli dengan status harta yang dia nafkahkan, yang penting anak-isteri senang.

Ada pandangan yang mengatakan bahwa,  “yang haram aja susah apalagi yang halal”. Apakah seperti ini pandangan hidup seorang muslim? berputus asa terhadap rahmat Allah yang seluas bumi dan langit?

Makanan memang hal sederhana, tapi menjadi rumit tatkala kita menggampangkannya. Ada beberapa tips buat kawan semua dalam memilih makanan siap saji yang beredar di pasaran.

1. Pilihlah restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal. Restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal sudah tidak perlu diragukan lagi kehalalan makanan dan minuman yang disajikannya. (biasanya di pajang, kalo gak ada tanya ama orang disana)

2. Jangan terkecoh dengan adanya label atau tanda halal yang ada di restoran yang bersangkutan karena tidak selalu benar apa yang dinyatakan oleh restoran tsb. Jika kita ragu terhadap kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal maka harus kita hindari restoran tsb. (untuk kehati-hatian, sekali lagi tanyakan kepada pihak penjual makanannya)

3. Tidak ada salahnya bertanya secara sopan dan baik untuk memastikan bahwa restoran yang kita datangi tidak menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya. Sebagai contoh, kita dapat bertanya “apakah dalam pembuatan masakan di restoran ini menggunakan ang ciu”, jika jawabannya “ya” maka kita katakan “terima kasih, maaf saya tak jadi makan di tempat ini, ada keperluan lain”, lalu kita meninggalkan restoran tsb.

4. Hindari restoran yang menyajikan masakan yang jelas jelas haram seperti produk babi dan minuman keras. Jangan pula makan di restoran yang menyajikan masakan halal bercampur dengan masakan haram seperti produk babi atau minuman keras. Tidak ada jaminan bahwa masakan yang disajikan tidak bercampur dalam pembuatannya dengan masakan yang haram. Dalam hal minuman keras, kita diperintahkan untuk menghindari tempat dimana minuman keras disajikan.

5. Yang terakhir hindari restoran-restoran yang menyajikan makanan-makanan haram dan yang diragukan kehalalannya sebelum ada sertifikasi halal dari pihak yang berwenang.

Semoga sedikit catatan ini memberi inspirasi buat orangtua dan anak-anak untuk lebih berhati-hati terhadap apa yang dinafkahkan dan apa yang masuk kedalam perut kita. Wallahu alam bishowab.

2 thoughts on “Hati-hati dengan makanan kita!

    1. anakmentari Post author

      ang ciu, sejenis penyedap makanan sih, tapi hasil fermentasi beras merah gitu (kalau gak salah)..
      dijual bebas dipasaran,,,,

      ya iyalah lebih marem masak sendiri, makan sendiri, diabisin sendiri, marem banget tuh….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s