Episode Tentang Bang Tudu

(Gambar hanya ilustrai, diambil dari sini)

Selamat pagi kawan,

Ah, pagi memang selalu indah. Menyejukkan dan membuat hati tenang.

Menerawang masa-masa SMA, kelas 3, asyiknya canda tawa, serunya main bersama. Teringat sepenggal kisah tentang “Bang Tudu”.

Ah semoga ini tidak termasuk bergunjing, ini hanya sekedar membolak-balik memori masa lalu.

Kami tak pernah mengenalnya, entah kalau Dia. Akan tetapi, kami membicarakannya, “Bang Tudu”. Itu hanya singkatan, bukan nama sebenarnya karena kami tak pernah tahu siapa nama sebenarnya, entah kalau Dia. Hanya pedagang musiman yang menggelar dagangannya di samping rumahnya. Entah mengapa kami asyik menggodanya kalau dia menyukai “Bang Tudu”.

Beberapa waktu yang lalu aku hanya lewat kembali dijalan sana, mencoba menenangkan jiwa yang sedang gundah. Melihat gelaran dagangan yang masih di tempat itu, disamping rumahnya membuat memoriku kembali ke masa itu.

Sekarang sudah lewat hampir lima tahun, entah sudah berkembang sampai dimana kami sebagai manusia, bahkan sudah ada yang melanglang sampai Okinawa (Jepang). Akan tetapi, satu harapan ku akan memori masa-masa itu. Jangan pernah lupakan kawan! Jangan pernah lupakan sepenggal kisah kehidaupan kita, kisah tentang “Bang Tudu”. Tukang Duren yang menggelar dagangannya disamping rumahnya.

NB: Maafkan kami “Bang Tudu”, kau tak kenal kami begitu juga kami tak pernah mengenalmu (entah kalau dia), tapi kami dulu sering membicarakanmu, sebagai bahan ledekan untuk teman kami. Sekali lagi maaf bang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s