Monthly Archives: February 2010

Ini Baru Asli Palembang

Setiap musim memang ada berkahnya masing-masing. Bukti bahwa rahmat Allah itu seluas bumi dan langit. Sejak musim penghujan menjumpai kita di Indonesia, maka banyak pohon-pohon yang mulai bertunas, berbunga, dan akhirnya sampai pada buahnya. Mulai dari musim rambutan, sampai kini musim duku.

Sejak musimnya sudah tiga kali aku mencicipi buah yang satu ini (duku). Penjual duku memang sudah berjejer rapi di pinggiran jalan, mencoba mencari rizkinya dari buah ini. Menggoda para pemakai jalan untuk berhenti sejenak dan membelinya sebagai buah tangan untuk penghuni yang menunggu di rumah.

Tapi akhirnya aku bisa mencicipi duku yang dibawa langsung dari Palembang. Oleh-oleh salah satu pegawai ditempatku yang punya istri orang Sumatera sana. Sengaja dibawa oleh mertuanya, dan kami sekeluarga mendapat bagian oleh-oleh tersebut, terima kasih kawan! semoga perjalanan panjang buah duku tersebut dari pohonnya sampai ke perutku ini tidak sia-sia.

Walaupun para penjual duku di pinggir jalan itu menampang tulisan besar-besar “Asli Palembang”. Tapi entah duku itu berasal darimana? Kalau kata bapak-ku, itu dari parung. Tapi siapa tahu? Yang penting sekarang aku bisa menikmati duku yang asli dari Palembang!

Advertisements

Hati-hati dengan makanan kita!

”Sesungguhnya daging tidak akan tumbuh dari harta haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (Al-Hadist)

Dinegeri yang mayoritas penduduknya muslim ini (Indonesia), begitu susahnya menemukan produk yang jelas kehalalannya. Sedemikian banyak penjual makanan siap saji (warung makanan) tapi tak pernah jelas kehalalannya.

Sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh MUI bahkan bukan menjadi solusi tapi seolah-olah menjadi momok yang menakutkan bagi pelaku usaha makanan. Apa gerangan yang terjadi di negeri ini?

Apakah kita sudah tidak lagi peduli dengan apa yang masuk ke perut kita, sedangkan Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya daging tidak akan tumbuh dari harta yang haram, kecuali neraka lebih utama untuknya” (Al Hadist).

Kita sebagai anak jarang bertanya kepada ayah-bunda kita, darimana harta yang engkau nafkahkan kepada kami anak-anakmu. Apakah hasil korupsi, apakah hasil mencuri?. Orang tua tak lagi peduli dengan status harta yang dia nafkahkan, yang penting anak-isteri senang.

Ada pandangan yang mengatakan bahwa,  “yang haram aja susah apalagi yang halal”. Apakah seperti ini pandangan hidup seorang muslim? berputus asa terhadap rahmat Allah yang seluas bumi dan langit?

Makanan memang hal sederhana, tapi menjadi rumit tatkala kita menggampangkannya. Ada beberapa tips buat kawan semua dalam memilih makanan siap saji yang beredar di pasaran.

1. Pilihlah restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal. Restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal sudah tidak perlu diragukan lagi kehalalan makanan dan minuman yang disajikannya. (biasanya di pajang, kalo gak ada tanya ama orang disana)

2. Jangan terkecoh dengan adanya label atau tanda halal yang ada di restoran yang bersangkutan karena tidak selalu benar apa yang dinyatakan oleh restoran tsb. Jika kita ragu terhadap kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal maka harus kita hindari restoran tsb. (untuk kehati-hatian, sekali lagi tanyakan kepada pihak penjual makanannya)

3. Tidak ada salahnya bertanya secara sopan dan baik untuk memastikan bahwa restoran yang kita datangi tidak menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya. Sebagai contoh, kita dapat bertanya “apakah dalam pembuatan masakan di restoran ini menggunakan ang ciu”, jika jawabannya “ya” maka kita katakan “terima kasih, maaf saya tak jadi makan di tempat ini, ada keperluan lain”, lalu kita meninggalkan restoran tsb.

4. Hindari restoran yang menyajikan masakan yang jelas jelas haram seperti produk babi dan minuman keras. Jangan pula makan di restoran yang menyajikan masakan halal bercampur dengan masakan haram seperti produk babi atau minuman keras. Tidak ada jaminan bahwa masakan yang disajikan tidak bercampur dalam pembuatannya dengan masakan yang haram. Dalam hal minuman keras, kita diperintahkan untuk menghindari tempat dimana minuman keras disajikan.

5. Yang terakhir hindari restoran-restoran yang menyajikan makanan-makanan haram dan yang diragukan kehalalannya sebelum ada sertifikasi halal dari pihak yang berwenang.

Semoga sedikit catatan ini memberi inspirasi buat orangtua dan anak-anak untuk lebih berhati-hati terhadap apa yang dinafkahkan dan apa yang masuk kedalam perut kita. Wallahu alam bishowab.

Musim Pecinta Hujan

Masuk bulan Februari adalah masa-masa yang menyenangkan untuk para pecinta hujan. Kata seorang teman, bulan Februari, hujan setiap hari.

Hujan memang menyenangkan, walau tidak selalu. Kadang hujan juga menjadi peringatan, tapi Tuhan menurunkan rahmat dikala hujan. Jadi selalulah bersyukur dengan datangnya hujan, jangan lupa berdoa karena disaat hujan adalah salah satu waktu yang paling baik untuk berdoa.

Dengan diturunkannya hujan membawa kehidupan bagi sekalian alam. Tunas-tunas yang terendam tanah kembali mekar, tangah yang menganga kembali menutupkan mulut-mulutnya. Petani kembali memulai penghidupannya.

Ah, ya hujan memang menyenangkan, walau tidak selalu. Kita tidak tahu seberapa banyak air yang dapat diangkut oleh awan, yang kemudian akan Ia tumpahkan ke muka bumi. Tapi itulah berkah Tuhan atas sekalian alam.

Memang menyenangkan menatap hujan, apalagi untuk para pecinta hujan…!

Istilah-istilah dalam Twitter


Sekedar informasi tentang Twitter. Isi tulisan ini sendiri diambil dari forum online terbesar di Indonesia, kaskus.us.

Setelah demam Friendster (FS) berakhir dan berganti dengan flu Facebook (FB). Kini satu lagi jejaring sosial (atau ada juga yang menyebut jejaring informasi) melanda para pengguna internet di dunia. Twitter.

Untuk para pemula, atau yang minat untuk membuat account (akun) di Twitter, tidak ada salahnya membaca tulisan ini. Berbeda dengan Friendster (FS) dan Facebook (FB) yang mudah digunakan, Twitter mempunyai beberapa istilah dan sistem yang agak membingungkan penggunanya.

Berikut ini beberapa istilah yang sering digunakan di Twitter, semoga membantu teman-teman semuanya dalam memahami maksud dan tujuan istilah-istilah dalam Twitter tersebut.

Tweet: Apa yang kita tulis (posting) di Twitter, inilah yang dinamakan Tweet. Dalam Bahasa Indonesia, Tweet memiliki terjemahan kicauan. Tahu kan kenapa dinamai seperti itu?

Following : Artinya Anda akan menerima update status dari teman Anda orang tersebut.

Follower : Orang yang menerima update dari Anda.

Catatan: Anda bisa mengikuti (following) siapa saja, tapi jangan bingung jika ada simbol seperti “Gembok” disamping nama orang yang akan Anda follow, itu artinya orang tersebut tidak sembarang menerima Follower karena alasan-alasan tertentu (misal: takut di follow spammer atau menghindari follower yang memakai gambar profil kurang sopan)

@ : Fungsinya bisa untuk me-reply tweet teman, membuat link kepada nama yang dimaksud

ReTweet : disingkat RT, artinya mengulang, menulis kembali apa yang ditulis seseorang, bisa jadi karena kata-kata tersebut indah. RT ditambahkan pada tweet diikuti dengan @(username) ditambah dengan kata-kata yang ingin anda ulang.

Hash Tags : dilambangkan dengan #, gunanya agar pengguna lain yang melihat bisa mencari topik sejenis yang ditulis orang lain dengan mudah. Misal #FollowFriday , #Blogging dll.

#FollowFriday : adalah tradisi setiap hari Jumat dimana Anda dapat merekomendasikan orang lain untuk menjadi follower dari teman Anda yang menyenangkan. Silahkan tulis @(namatemanAnda) yang Anda rekomendasikan pada tweet Anda.

TrendingTopics : Apa topik yang sedang dibicarakan banyak orang? Misal saat kematian Michael Jackson, Michael Jackson menjadi TT (Trending Topics), saat bom mengguncang Indonesia #IndonesiaUnite menjadi topik yang paling sering dibicarakan. Bagaimana suatu tweet bisa menjadi Trending Topics? biasanya karena banyaknya orang yang menggunakan #(topikyangdibicarakan) pada tweetnya. Semakin banyak orang yang membicarakan topik yang sama dengan Anda, semakin lama topik tersebut bertahan pada Halaman depan Twitter dan dilihat oleh seluruh dunia.

OverHeard : disingkat OH, artinya Anda mendengar (melihat) tweet milik orang lain yang sangat menarik, tetapi Anda tidak ingin menyebutkan siapa yang menulis tweet tersebut. (Berbeda dengan RT yang menyebutkan sumber tweet).

Heard Trough: dilambangkan dengan HT , tiba-tiba Anda teringat dengan kata-kata menarik yang diucapkan teman Anda kemarin. Anda dapat menulisnya pada tweet dengan HT (singkatan Heard Trough). HT berbeda dengan RT, karena HT adalah kata-kata yang Anda dengar pada kehidupan nyata.

Continue reading

Dimanakah Posisi Kita?

Sejak pagi tadi aku membolak-balik koleksi buku ku di lemari. Ah, ya. Buku pertama yang memberikan kesan mendalam terhadapku. Bukunya Salim A. Fillah (Jazakallah Akh), judulnya “Gue Never Die”. Inti buku tersebut sih sebenarnya panduan untuk jadi orang islam yang lebih baik, nggak cuma islam ngakunya aja atau islam KTP istilahnya. Jadi orang Islam juga ada konsekuensinya. Bagus deh bukunya, yang belum punya coba beli, terbitan Pro-U Media.

Sampai pada sebuah halaman yang menceritakan tentang pegangan hidup seorang tukang becak. Untuk lebih jelasnya aku tuliskan penggalan ceritanya di sini;

………

Ya, kita ini siapa? Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang seorang tukang becak di sebuah kota, di Jawa Timur. Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu:

  1. Jangan pernah menyakiti
  2. Hati-hati memberi makan (anak) isteri

Kalian pasti tanya, tukang becak macam apakah ini sehingga punya mission statment segala? Saya juga tertakjub dan berulang kali berseru “SubhanAllah!” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini. Beliau ini Hafizh Qiraat Sab’ah!!! Beliau menghafal Al-Quran lengkap dengan tujuh lagu qiraat seperti saat ia diturunkan; qiraat Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.

Dua kalimat beliau itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita. Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau diantarannya adalah soal tarif becaknya. Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukan ketidakrelaan dan ketersakitan. Misalnya ada yang berkata, “Pak terminal 5000 ya..”, terus dijawab, “Waduh nggak bisa, 7000 Mbak..”, ini namanya sudah menyakiti. Makanya beliau tidak pernah pasang tarif. “Pak terminal 5000 ya..”, jawabannya pasti OK. “Pak terminal 3000 ya…”, jawabannya juga OK. Bahkan kalau, “Pak terminal 1000 ya…”, jawabnya juga sama: OK.

Gusti Allah! Manusia macam apa ini. Kalimat kedua, hati-hati memberi makan (anak) isteri, artinya sang (anak dan) isteri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedheg. Isterinya berjualan gorengan. Stop. Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafizh Al-Quran semua. Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal PTN terkemukan di Jakarta. Adiknya tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintahan baru sekarang.

Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan ‘wah’. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris diri: arloji, handphone dilucuti. Bahkan baju perlente diganti kaos oblong dan celana sederhana. Ini adab, tatakrama. Sudah berulangkali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu hanya bisa menangis. Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilahkan putra-putranya untuk menikmati kebahaggiaan mereka sendiri.

………

Ya, itu sepenggalan kisah tentang kehidupan ini, nyata dan tak dibuat-buat. Dan disekitar kita masih banyak contoh-contoh nyata yang hidup dengan penuh rasa syukur, lalu dimanakah posisi kita saat ini?

Teringat sebuah ceramah di sebuah Masjid Kantor ternama di Jakarta, tentang penjual buah dukuh keliling. Bahwa terkadang untuk membeli buah dukuh saja kita masih tega menawar, bahkan terkadang nilai tawaran kita lebih sadis dari penawaran yang diberikan oleh penjual dukuh tersebut. Dengan harga awal 7000 misalnya terkadang kita menawar 4000, kemudian si abang penjual dukuh memberikan penawaran 6000, tapi kita masih tetep ngotot nawar 4500. Jadi masih lebih besar hati sang penjual dukuh dibanding dengan kita, sang penjual dukuh menurunkan harga jualnya 1000 rupiah, tapi kita menaikan tawaran kira sebesar 500 rupaih.

Jadi sekali lagi dimanakah posisi kita saat ini dalah kehidupan ini?

Semoga kisah-kisah tersebut membawa hikmah buat kita semua.